Jumat, 06 Desember 2013

Struktur Pasar




TUGAS RESUME

PENGANTAR ILMU EKONOMI


Disusun Oleh :
Nama         : ANGGUN PRATIWI AZWAR
NIM           : D1A012026
KELAS      : AGROEKOTEKNOLOGI “A”



PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2012/2013
 

STRUKTUR PASAR

Struktur pasar merupakan penggolongan pasar berdasarkan strukturnya kepada beberapa bentuk pasar, berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan, banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam industri peranan media massa/iklan dalam kegiatan industri. Pada analisa ekonomi dibedakan menjadi pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak sempurna (yang meliputi monopoli, oligopoly, Duopoli, monopolistik dan monopsoni).
1.     Pasar Persaingan Sempurna
Pengertian pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran di mana jumlah pembeli dan penjual sangat banyaknya/tidak terbatas, dengan produk yang bersifat homogen atau produk yang sama.
          
Ciri-ciri pokok dari pasar persaingan sempurna adalah:
a. Jumlah perusahaan dalam pasar sangat banyak.
b. Produk/barang yang diperdagangkan serba sama (homogen).
c. Konsumen memahami sepenuhnya keadaan pasar.
d. Tidak ada hambatan untuk keluar/masuk bagi setiap penjual.
e. Pemerintah tidak campur tangan dalam proses pembentukan harga.
f. Penjual atau produsen hanya berperan sebagai price taker(pengambil harga).

Proses Pembentukan Harga
Harga pada pasar persaingan sempurna bersifat DATUM. Artinya, produsen tidak akan dapat mempengaruhi harga dengan cara menambah atau mengurangi produksi. Jadi pasar persaingan sempurna mendidik masyarakat melakukan proses produksi secara efisean,sehingga produk yang sampai ke masyarakat adalah produk dengan mutu terbaik dan harga murah.



Contoh komoditas Pasar persaingan Sempurna:
Contohnya pasar untuk komoditi Beras, Produk yang diperjual-belikan adalah produk yang homogen, sejenis dan mirip yakni Beras yang mengakibatkan semua produk terlihat identik. Jumlah Penjual dan Pembeli dalam Pasar untuk komoditi Beras ini sangat banyak sehingga mereka hanya sebagai penerima harga (price taker). Dalam Pasar untuk Komoditi Beras ini, harga terbentuk akibat mekanisme pasar yakni hasil interaksi antara permintaan dan penawaran akan Beras. Penjual dan Pembeli memiliki semua informasi yang relevan tentang harga beras, kualitas beras, sumber penawaran beras, dll. Setiap Penjual (Perusahaan) dapat dengan bebas untuk masuk dan keluar (meninggalkan) Pasar.

2.     Pasar Persaingan Tak Sempurna
1.        Pasar Monopoli
Arti dari pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan penawaran di mana hanya ada satu penjual/produsen yang menguasai  terhadap permintaan banyak pembeli atau konsumen.

Ciri-ciri Pasar Monopoli:
1. Hanya terdapat satu penjual atau produsen yang menguasai penawaran.
2. Harga dan jumlah kuantitas produk yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli.
3.  Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah untuk kepentingan hajat hidup orang banyak.
4. Sangat sulit untuk masuk ke pasar karena peraturan undang-undang maupun butuh sumber daya yang sulit didapat.
5. Hanya ada satu jenis produk tanpa adanya alternatif pilihan atau tidak ada barang pengganti (close substitute).
6. Tidak butuh strategi dan promosi untuk sukses.
 
Pembentukan Harga Panas Monopoli
Penentu harga pada pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai "monopolis". Sebagai penentu harga (price-maker), seorang monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi— mencarinya di pasar gelap (black market).
Contoh Komoditas Pasar Monopoli

2.        Pasar Monopolistik
Pasar monopolistik adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran di mana terdapat sejumlah besar penjual yang menawarkan barang yang sama. Pasar monopolistik merupakan pasar yang memiliki sifat monopoli pada spesifikasi barangnya. Sedangkan unsur persaingan pada banyak penjual yang menjual produk yang sejenis. 
Ciri-ciri Pasar Monopolistik
1.        Terdapat banyak penjual/produsen yang berkecimpung di pasar.
2.        Barang yang diperjual-belikan merupakan differentiated product.
3.        Para penjual memiliki kekuatan monopoli atas barang produknya sendiri.
4.        Untuk memenangkan persaingan setiap penjual aktif melakukan promosi/iklan.
5.        Keluar masuk pasar barang/produk relatif lebih mudah.

Pembentukan Harga Pasar Monopolistik
Pasar monopolistik pasar yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari monopoli atau oligopoly, kemampuan ini berasal dari sifat barang yang diinginkan karena perbedaan dan cirri khas dari suatu barang yang di hasilkan, konsumen tidak akan mudah berpindah ke merek lain. Pada pasar ini harga bukanlah factor yang  biasa mendongkrak penjualan, bagaimanapun juga pasar ini mampu menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat sehingga membuat pembeli mau membeli produk tersebbut, oleh karena itu pasar ini aktif mempromosikan produk sekaligus menjaga. Dalam pasar persaingan monopolistik, koperasi punya peluang untuk bersaing dalam harga dan produk karena setiap penjual bisa menentukan harga (walaupun tidak sebanyak pengusaha monopolis) sehingga kurva permintaan yang dihadapinya elastis tidak sempurna (tidak horisontal seperti di pasar persaingan sempurna), dan diferensiasi produk (atau produk non homogen) dalam hal kualitas, iklan, lokasi, pengepakan, dan lain-lain.

Contoh Komoditas Pasar Monopolistik
Pasar Industri Otomotif (Mobil). Produk yang diperjual-belikan adalah barang yang terdifferensiasi yakni membedakan produk tiap-tiap perusahaan dengan tujuan membuat produk menjadi unik di mata konsumen (Pembeli). Barang yang diproduksi antara lain sama-sama mobil tetapi masing-masing memiliki keunikan dan keistimewaannya sendiri. Misalnya, mobil Sedan Honda Accord dan Sedan Toyota Camry adalah sama-sama mobil tipe sedan tetapi kapasitas cylinder (cc) ataupun spesifikasinya berbeda. Terdapat banyak Produsen (Penjual) dan Konsumen (Pembeli) dalam pasar otomotif (mobil). Banyak terdapat perusahaan Otomotif (Mobil) seperti Honda, BMW, Toyota, Proton, Mazda, Lexus, dll. dan pembeli yang banyak yang tersebar. Produsen (Penjual) pada industri Otamotif (Mobil) hanya memiliki sedikit kemampuan untuk mengubah harga. Pihak Produsen (Penjual) mengetahui keinginan ataupun menguasai permintaan pasar sementar pihak konsumen (Pembeli) juga mengetahui informasi-informasi mengenai harga Mobil, kualitas Mobil, dll. Setiap Penjual (Perusahaan) Otomotif (Mobil) dapat dengan bebas untuk masuk dan keluar (meninggalkan) Pasar.

3.      Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk interaksi permintaan dan penawaran, di mana terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai seluruh permintaan pasar.

Ciri-ciri Pasar Oligopoli:
1. Terdapat beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar.
2. Barang yang diperjual-belikan dapat homogen dan dapat pula berbeda corak (differentiated product), seperti air minuman aqua.
3. Terdapat hambatan masuk yang cukup kuat bagi perusahaan di luar pasar untuk masuk ke dalam pasar.
4. Satu di antaranya para oligopolis merupakan price leader yaitu penjual yang memiliki/pangsa pasar yang terbesar. Penjual ini memiliki kekuatan yang besar untuk menetapkan harga dan para penjual lainnya harus mengikuti harga tersebut.

Pembentukan harga Pasar Oligopoli
Para oligopolis merupakan price leader yaitu penjual yang memiliki/pangsa pasar yang terbesar. Penjual ini memiliki kekuatan yang besar untuk menetapkan harga dan para penjual lainnya harus mengikuti harga tersebut.

Contoh Komoditas Pasar Oligopoli
Contoh lainnya adalah masuknya Petronas dan Shell membuat praktek monopoli penjualan BBM di Indonesia berakhir. Pertamina kini memiliki pesaing. Untuk mempertahankan pasarnya Pertaminan harus dapat meningkatkan daya saing dengan melakukan inovasi, efisiensi dan efektivitas dalam kegiatan usahanya. Begitu juga pada Industri transportasi udara telah berhasil melakukan transformasi dari pasar monopoli menjadi pasar yang bersaing dengan tekanan pasar yang memaksa terjadinya efisiensi. Akhirnya konsumen memperoleh manfaat yang besar karena biaya transportasi udara semakin murah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar