TUGAS RESUME
PENGANTAR ILMU EKONOMI
Disusun Oleh :
Nama :
ANGGUN PRATIWI AZWAR
NIM :
D1A012026
KELAS :
AGROEKOTEKNOLOGI “A”
PROGRAM STUDI
AGROEKOTEKNOLOGI
FAKULTAS PERTANIAN
UNIVERSITAS JAMBI
2012/2013
STRUKTUR PASAR
Struktur
pasar merupakan penggolongan pasar berdasarkan strukturnya kepada beberapa
bentuk pasar, berdasarkan pada ciri-ciri seperti jenis produk yang dihasilkan,
banyaknya perusahaan dalam industri, mudah tidaknya keluar atau masuk ke dalam
industri peranan media massa/iklan dalam kegiatan industri. Pada analisa
ekonomi dibedakan menjadi pasar persaingan sempurna dan pasar persaingan tidak
sempurna (yang meliputi monopoli, oligopoly, Duopoli, monopolistik dan
monopsoni).
1.
Pasar Persaingan Sempurna
Pengertian
pasar persaingan sempurna adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan
dengan penawaran di mana jumlah pembeli dan penjual sangat banyaknya/tidak
terbatas, dengan produk yang bersifat homogen atau produk yang sama.
Ciri-ciri
pokok dari pasar persaingan sempurna adalah:
a. Jumlah
perusahaan dalam pasar sangat banyak.
b.
Produk/barang yang diperdagangkan serba sama (homogen).
c. Konsumen
memahami sepenuhnya keadaan pasar.
d. Tidak ada
hambatan untuk keluar/masuk bagi setiap penjual.
e.
Pemerintah tidak campur tangan dalam proses pembentukan harga.
f. Penjual
atau produsen hanya berperan sebagai price taker(pengambil harga).
Proses
Pembentukan Harga
Harga
pada pasar persaingan sempurna bersifat DATUM. Artinya, produsen tidak akan
dapat mempengaruhi harga dengan cara menambah atau mengurangi produksi. Jadi
pasar persaingan sempurna mendidik masyarakat melakukan proses produksi secara
efisean,sehingga produk yang sampai ke masyarakat adalah produk dengan mutu
terbaik dan harga murah.
Contoh
komoditas Pasar persaingan Sempurna:
Contohnya pasar
untuk komoditi Beras, Produk yang
diperjual-belikan adalah produk yang homogen, sejenis dan mirip yakni Beras
yang mengakibatkan semua produk terlihat identik. Jumlah Penjual dan Pembeli
dalam Pasar untuk komoditi Beras ini sangat banyak sehingga mereka hanya
sebagai penerima harga (price taker). Dalam Pasar untuk Komoditi Beras
ini, harga terbentuk akibat mekanisme pasar yakni hasil interaksi antara
permintaan dan penawaran akan Beras. Penjual dan Pembeli memiliki semua
informasi yang relevan tentang harga beras, kualitas beras, sumber penawaran
beras, dll. Setiap Penjual
(Perusahaan) dapat dengan bebas untuk masuk dan keluar (meninggalkan) Pasar.
2. Pasar Persaingan Tak Sempurna
1.
Pasar Monopoli
Arti
dari pasar monopoli adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dan
penawaran di mana hanya ada satu penjual/produsen yang menguasai terhadap
permintaan banyak pembeli atau konsumen.
Ciri-ciri
Pasar Monopoli:
1. Hanya terdapat satu penjual atau
produsen yang menguasai penawaran.
2. Harga dan jumlah kuantitas produk
yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli.
3. Umumnya monopoli dijalankan oleh pemerintah
untuk kepentingan hajat hidup orang banyak.
4. Sangat sulit untuk masuk ke pasar
karena peraturan undang-undang maupun butuh sumber daya yang sulit didapat.
5. Hanya ada satu jenis produk tanpa
adanya alternatif pilihan atau tidak ada barang pengganti (close substitute).
6. Tidak butuh strategi dan promosi
untuk sukses.
Pembentukan
Harga Panas Monopoli
Penentu harga pada
pasar ini adalah seorang penjual atau sering disebut sebagai
"monopolis". Sebagai penentu harga (price-maker), seorang
monopolis dapat menaikan atau mengurangi harga dengan cara menentukan jumlah barang
yang akan diproduksi; semakin sedikit barang yang diproduksi, semakin mahal
harga barang tersebut, begitu pula sebaliknya. Walaupun demikian, penjual juga
memiliki suatu keterbatasan dalam penetapan harga. Apabila penetapan harga
terlalu mahal, maka orang akan menunda pembelian atau berusaha mencari atau
membuat barang subtitusi (pengganti) produk tersebut atau —lebih buruk lagi—
mencarinya di pasar gelap (black market).
Contoh Komoditas Pasar Monopoli
PLN (Perusahaan Listrik negara) yang memonopoli Sumber
Daya Listrik di Indonesia. Produk yang diperjual-belikan adalah satu jenis
produk tanpa alternatif pilihan yakni sumber daya listrik. Hanya terdapat 1
pihak penjual yakni Pemerintah melalui PLN (Perusahaan Listrik Negara) dan
banyak pembeli, yakni masyarakat Indonesia. Harga dan jumlah kuantitas Sumber
Daya Listrik yang ditawarkan dikuasai oleh perusahaan monopoli yaitu PLN
(Perusahaan Listrik Negara) sementara Konsumen ( Pembeli ) bersifat hanya
menerima barga saja. PLN (Perusahaan Listrik Negara) (Penjual) dan Konsumen
(Pembeli) mengetahui seluruh informasi dalam Pasar. Sangat sulit untuk masuk ke
pasar karena peraturan undang-undang mengenai Sumber Daya Listrik ini yang hanya
dikelola oleh pemerintah karena menguasai hajat hidup orang banyak disamping
itu, sumber daya listrik sulit didapat.
2.
Pasar Monopolistik
Pasar
monopolistik adalah suatu bentuk interaksi antara permintaan dengan penawaran
di mana terdapat sejumlah besar penjual yang menawarkan barang yang sama. Pasar
monopolistik merupakan pasar yang memiliki sifat monopoli pada spesifikasi
barangnya. Sedangkan unsur persaingan pada banyak penjual yang menjual produk
yang sejenis.
Ciri-ciri
Pasar Monopolistik
1.
Terdapat banyak penjual/produsen yang
berkecimpung di pasar.
2.
Barang yang diperjual-belikan merupakan
differentiated product.
3.
Para penjual memiliki kekuatan monopoli
atas barang produknya sendiri.
4.
Untuk memenangkan persaingan setiap
penjual aktif melakukan promosi/iklan.
5.
Keluar masuk pasar barang/produk relatif
lebih mudah.
Pembentukan Harga Pasar
Monopolistik
Pasar monopolistik pasar yang memiliki kemampuan
untuk mempengaruhi harga walaupun pengaruhnya tidak sebesar produsen dari
monopoli atau oligopoly, kemampuan ini berasal dari sifat barang yang diinginkan
karena perbedaan dan cirri khas dari suatu barang yang di hasilkan, konsumen
tidak akan mudah berpindah ke merek lain. Pada pasar ini harga bukanlah factor
yang biasa mendongkrak penjualan, bagaimanapun juga pasar ini mampu
menciptakan citra yang baik di dalam benak masyarakat sehingga membuat pembeli
mau membeli produk tersebbut, oleh karena itu pasar ini aktif mempromosikan
produk sekaligus menjaga. Dalam pasar persaingan monopolistik, koperasi punya
peluang untuk bersaing dalam harga dan produk karena setiap penjual bisa
menentukan harga (walaupun tidak sebanyak pengusaha monopolis) sehingga kurva
permintaan yang dihadapinya elastis tidak sempurna (tidak horisontal seperti di
pasar persaingan sempurna), dan diferensiasi produk (atau produk non homogen)
dalam hal kualitas, iklan, lokasi, pengepakan, dan lain-lain.
Contoh Komoditas Pasar Monopolistik
Pasar
Industri Otomotif (Mobil). Produk yang diperjual-belikan adalah barang yang
terdifferensiasi yakni membedakan produk tiap-tiap perusahaan dengan tujuan
membuat produk menjadi unik di mata konsumen (Pembeli). Barang yang diproduksi
antara lain sama-sama mobil tetapi masing-masing memiliki keunikan dan
keistimewaannya sendiri. Misalnya, mobil Sedan Honda Accord dan Sedan Toyota
Camry adalah sama-sama mobil tipe sedan tetapi kapasitas cylinder (cc) ataupun
spesifikasinya berbeda. Terdapat banyak Produsen (Penjual) dan Konsumen
(Pembeli) dalam pasar otomotif (mobil). Banyak terdapat perusahaan Otomotif
(Mobil) seperti Honda, BMW, Toyota, Proton, Mazda, Lexus, dll. dan pembeli yang
banyak yang tersebar. Produsen (Penjual) pada industri Otamotif (Mobil) hanya
memiliki sedikit kemampuan untuk mengubah harga. Pihak Produsen (Penjual)
mengetahui keinginan ataupun menguasai permintaan pasar sementar pihak konsumen
(Pembeli) juga mengetahui informasi-informasi mengenai harga Mobil, kualitas
Mobil, dll. Setiap Penjual (Perusahaan) Otomotif (Mobil) dapat dengan bebas
untuk masuk dan keluar (meninggalkan) Pasar.
3.
Pasar Oligopoli
Pasar oligopoli adalah suatu bentuk
interaksi permintaan dan penawaran, di mana terdapat beberapa penjual/produsen
yang menguasai seluruh permintaan pasar.
Ciri-ciri
Pasar Oligopoli:
1. Terdapat
beberapa penjual/produsen yang menguasai pasar.
2. Barang yang diperjual-belikan dapat homogen dan
dapat pula berbeda corak (differentiated product), seperti air minuman aqua.
3. Terdapat hambatan masuk yang cukup kuat bagi
perusahaan di luar pasar untuk masuk ke dalam pasar.
4. Satu di antaranya para oligopolis merupakan price
leader yaitu penjual yang memiliki/pangsa pasar yang terbesar. Penjual
ini memiliki kekuatan yang besar untuk menetapkan harga dan para penjual
lainnya harus mengikuti harga tersebut.
Pembentukan
harga Pasar Oligopoli
Para
oligopolis merupakan price leader yaitu penjual yang memiliki/pangsa pasar yang
terbesar. Penjual ini memiliki kekuatan yang besar untuk menetapkan harga dan
para penjual lainnya harus mengikuti harga tersebut.
Contoh
Komoditas Pasar Oligopoli
Contoh lainnya adalah masuknya
Petronas dan Shell membuat praktek monopoli penjualan BBM di Indonesia
berakhir. Pertamina kini memiliki pesaing. Untuk mempertahankan pasarnya
Pertaminan harus dapat meningkatkan daya saing dengan melakukan inovasi,
efisiensi dan efektivitas dalam kegiatan usahanya. Begitu juga pada Industri
transportasi udara telah berhasil melakukan transformasi dari pasar monopoli
menjadi pasar yang bersaing dengan tekanan pasar yang memaksa terjadinya
efisiensi. Akhirnya konsumen memperoleh manfaat yang besar karena biaya
transportasi udara semakin murah.
